ReviewReviewApa Arti Tangisan Bayiku?May 26, '07 1:43 AM
for everyone
Category:Other
Oleh: dr HANDRAWAN NADESUL
________________________________________
Buat bayi, menangis itu naluri. Lebih dari itu, menangis merupakan cara bayi berbahasa. Sebagai bahasa, tentu harus dipahami. Namun tidak setiap tangisan bayi mudah dan selalu dapat dimengerti. Bahkan oleh pihak ibunya sendiri sekalipun. Kemampuan memahami tangisan bayi, bagian dari pemenuhan kebutuhan bayi.
BENAR. Bayi menangis lantaran ada suatu kebutuhan yang ingin dipenuhi. Oleh karena bayi belum mampu memenuhi kebutuhan hidupnya sendiri, yang paling sederhana sekalipun, maka ia minta tolong orang lain. Menangis merupakan permintaan tolong, apa pun bentuk kebutuhan yang tengah diperlukannya.
Salah satu kebutuhan dasar bayi tentu saja makan. Dalam hal ini minum susu. Air Susu Ibu (ASI) merupakan satu-satunya makanan pokok bayi sampai bayi berumur enam bulan. Ia akan menangis setiap kali merasa lapar. Jadi tangisan bayi pertama-tama harus dimengerti sebagai permintaan makan. Naluri ibu sendiri menggiring ikut merasakan apa yang sedang bayi rasakan.
Apabila betul menangisnya memang karena merasa lapar, menangis akan berhenti sendirinya setelah bayi diberi minum ASI. Atau setelah diberi makanan padat setelah umur bayi lewat enam bulan.
Namun tangisan bayi bisa berarti lain. Bila setelah diberi minum ASI atau makanan masih tetap menangis, dapat disimpulkan kalau menangisnya bukan lantaran sedang lapar. Bisa jadi ada yang tidak enak di badannya. Cukup sering sebab sedang merasa mulas (kolik). Pada tahun-tahun pertama, bayi sering mengalami kolik, dan itu normal.
Selama koliknya hanya bersifat fisiologis, tentu tidak perlu dirisaukan. Kolik akan mereda sendirinya dalam hitungan menit. Biasanya muncul sehabis minum susu. Gendonglah, dan timang-timanglah, dengan cara itu membantu mengendurkan rasa mulas melilitnya. Tapi kolik yang terus menerus, yang muncul setiap hari, yang membuat bertambah keras tangisannya, berarti bukan kolik biasa. Bisa jadi kolik penyakit.
Beberapa kelainan pada saluran pencernaan bisa menimbulkan gejala kolik. Termasuk jika buang air besar tidak teratur. Tinja yang lama tertimbun, menyumbat saluran cerna, sehingga gerakan peristaltik usus tidak lancar. Begitu juga jika terjadi gengguan persarafan usus. Dengan pemeriksaan rontgen pencernaan, sejumlah kelainan usus akan terlihat.
Dari keras ringannya tangisan kita dapat membaca seberapa genting kondisi bayi. Semakin keras tangisannya, dan semakin sukar dihentikan, semakin perlu dipikirkan kemungkinan abnormalitas. Apalagi kalau berlangsung setiap hari. Infeksi saluran pencernaan, disertai mulas, diare, dan demam, salah satu penyebabnya. Tangisan pada saat itu, bagian dari rasa tidak enaknya.
Bayi yang sedang jatuh sakit, tentu ada keluhan dan gejala sebagaimana yang dialami orang dewasa. Oleh karena bayi belum mampu menyampaikan apa yang dirasakannya, maka yang muncul hanya tangisan belaka. Nyeri kepala, mual, mulas, bagian dari keluhan yang membuat bayi menangis. Bayi rewel berarti mulai, sedang, atau masih jatuh sakit. Selama keluhannya masih ada, tangisannya akan berulang.
Bukan saja keluhan penyakit, rasa tidak enak, badan kurang nyaman, bisa membuat bayi menangis juga. Popok yang basah oleh ompol, atau oleh tinja yang belum diganti, membuat bayi menangis. Pakaian yang kelewat tebal padahal hawa sedang panas, membuat bayi gelisah, dan menangis. Begitu juga apabila pakaian kelewat sempit, bayi dibedong sehingga tak leluasa bergerak, sama akan menangis juga.
Rasa kesepian, tidak ada yang mengajak berbicara, dan bermain, bayi bisa menangis. Termasuk bila suhu ruangan kelewat dingin, suara bising, dikageti (terkejut mendengar suara keras), terusik, atau ada nyeri yang dirasakan. Jangan lupa, bayi yang diasuh bukan leh ibu (baby sitter, pembantu), akan terus menangis sehabis terjatuh. Perlu mengintrogasi pengasuhnya untuk mengaku kalau sudah terjadi peristiwa jatuh, agar tidak terlambat ditangani medis sekiranya sampai patah tulang.
Bayi juga bisa menangis karena rasa kehilangan (ibu). Bayi yang ditinggal sendiri, dan digantikan oleh orang lain, bisa rewel sepanjang malam. Ada ikatan batin ibu-anak yang dirasakan bayi juga.
Rindu digendong ibu bikin bayi menangis juga. Sudah merasa kenyang, cukup tidur, tidak sedang sakit, bayi masih menangis berarti lagi rindu pada ibu. Ibu pekerja, yang separo hari meninggalkan bayinya, membuat bayi rindu digendong. Dengan menggendong, kerinduan bayi akan luluh, dan menangisnya tiada lagi.
Tidak semua bayi tegar. Sebagian ada yang bersifat manja. Kemanjaan bayi juga dibentuk oleh bagaimana ibu meperlakukannya sejak awal. Tidak setiap kali menangis bayi perlu digendong. Ada saat bayi dibiarkan menangis jika menangisnya berarti hanya rasa manjanya belaka. Bayi yang langsung menghentikan tangisannya saban kali digendong, berarti bayi hanya manja belaka.
Sering terlupakan, kalau bayi yang menangisnya terdengar rewel, tidak jelas apa maunya, berarti sedang mengantuk. Kondisi bayi rewel dan merengek begini sering membuat ibu atau orangtua kesal menghadapinya. Ibu jadi berlaku keras dan kasar. Sayang ini tidak menyelesaikan masalah. Sejatinya naluri ibu akan tahu kalau saat itu bayi membutuhkan tidur.
Jadi ibu perlu tajam naluri, dan belajar dari praktek keseharian, yang akan semakin membuatnya bijak menghadapi tangisan bayinya. Tidak setiap tangisan bayi perlu ditanggapi. Tidak juga boleh disalah-mengerti. Selama tangisan bayi belum juga kunjung berhenti, berarti kita belum selesai menanggapi kebutuhannya. Maka selalu ramahlah dan bijak menghadapi tangisan bayi.
Jangan salah sangka, salah menjawab, salah pula menanggapi bahasa tangisan bayi. Kecerdasan ibu memahami bahasa tangisan bayi, ikut menentukan kecukupan laju perkembangan bayi. Termasuk untuk tidak keliru, atau bertindak kasar, dan keras. Ibu-ibu tertentu sering menjadi panik bila anak tidak mau berhenti menangis. Dan itu bukan salah anak. Bisa jadi itu karena ibu belum memahami bahasa tangisan anak.



greenstory wrote on May 26, '07
Thanks infonya
zyscorniche wrote on May 26, '07
Sama-sama......
Add a Comment
How would you rate this thing? (optional)
   
© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help