 Athena, 24 Mei 2007 08:14 AC Milan akhirnya meraih gelar juara Liga Champions untuk ketujuh kalinya setelah di final mengalahkan Liverpool 2-1 di Stadion Olimpiade Athena, Kamis dinihari WIB (24/5).
Bagi AC Milan, sukses merebut piala Eropa untuk ketujuh kalinya itu, sekaligus membalas dendam atas kekalahan menyesakkan di final Liga Champions 2005 dari tim Inggris itu dua tahun lalu.
Kedua gol kemenangan AC Milan dicetak Filippo Inzhagi. Gol pertama dihasilkan pada menit ke-45 melalui tendangan bebas Andrea Pirlo yang mengenai bahunya dan bola kemudian memantul ke arah gawang tanpa bisa dicegah kiper Dida.
Gol kedua terjadi pada menit ke-82 setelah mendapat umpan matang dari Kaka di dalam kotak penalti.
Dirk Kyut mencetak gol balasan Liverpool untuk memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 ketika pertandingan tersisa tiga menit melalui sundulan kepala setelah terjadi kemelut di depan gawang AC Milan.
Di final dua tahun lalu di Istanbul, AC Milan sempat unggul lebih dulu 3-0, tapi Liverpool secara luar bias berhasil bangkit untuk menyamakan kedudukan 3-3 ketika pertandingan hanya menyisakan waktu enam menit lagi.
Secara tragis, AC Milan harus merelakan gelar juara yang sudah di depan mata karena kalah dalam adu penalti.
Namun kali ini situasi sudah berubah. Tidak banyak drama yang terjadi karena sepanjang pertandingan, Liverpool tidak pernah keluar dari tekanan AC Milan.
Pelatih AC Milan Carlo Ancelotti, yang kini tercatat telah dua kali membawa tim itu merebut Piala Eropa sebagai pelatih dan sekali sebagai pemain, mengatakan, "Ini adalah kemenangan terhebat yang pernah kami raih."
"Hanya sedikit orang yang berpikir kami bisa melakukannya dan saya pikir ini adalah hal yang luar biasa. Ini telah digambarkan sebagai utopia dan ini menunjukkan kadang utopia bisa menjadi kenyataan," tegasnya.
Sementara pelatih Liverpool Rafael Benitez mengatakan, "Kami menguasai hampir segalanya, kami hampir menang. Kami memiliki peluang pada babak pertama tetapi Anda harus memanfaatkan peluang itu dan mencetak gol."
"Kami mengontrol pertandingan hampir sepanjang babak pertama dan kebobolan gol yang buruk. Kami bermain bagus sampai gol itu terjadi," jelasnya.
Sukses AC Milan tersebut juga menjadi saat-saat yang istimewa bagi pemain veteran dan kapten Paolo Maldini. Meski masih didera cedera lutut kiri, Maldini akhirnya berhasil menyamai rekor mantan pemain tengah Real Madrid, Francisco Gento, yaitu tampil sebanyak delapan kali di final Liga Champions.
Piala Champions kali ini merupakan piala kelima sepanjang karirnya.
"Yang kelima ini masih indah. Ini sebenarnya bisa menjadi akhir yang indah untuk karir saya tetapi saya masih ingin bermain musim depan dan akan sangat indah jika saya sampai lagi pada titik ini dan memenanginya lagi," tutur Maldini.
"Itu adalah pertandingan yang sulit tetapi kami memenanginya dan setelah apa yang terjadi dua tahun lalu, saat inilah yang terpenting," tambahnya.
Sementara bagi gelandang AC Milan Gennaro Gattuso, kemenangan atas Liverpool sekaligus menuntaskan dendam pribadinya.
"Kekalahan di Istanbul tidak bisa saya lupakan seumur hidup," kata Gattuso yang sempat membela klub raksasa Skotlandia, Glasgow Rangers.
"Tapi hari ini giliran Liverpool yang menangis, seperti halnya yang kami alami dua tahun lalu," kata Gattuso yang ikut berjasa membawa tim nasional Italia menjadi juara Piala Dunia 2006.
Kapten Liverpool, Steven Gerrard, mengakui timnya mampu menguasai pertandingan namun kondisi tersebut berbalik di babak kedua. "Kami bisa menguasai permainan pada babak pertama, tapi pada babak kedua kami berbalik tertekan," ungkap pemain tim nasional Inggris itu.
Kepada Sky TV, Gerrard menyatakan kekecewaannya dengan hasil kali ini. "Sulit untuk menerima ini tetapi inilah sepak bola. Anda harus menelannya dan terus melangkah dan mencoba untuk mengangkat diri Anda sendiri. Tetapi ini membuat patah hati."
"Mereka (AC Milan) adalah tim tangguh dan kami harus bersiap untuk berhadapan lagi tahun depan," katanya.
Stadion Olimpiade Athena yang dimodernisasi pada 2002 untuk menghadapi Olimpiade 2004 dua tahun kemudian, terbukti telah menjadi tempat keberuntungan bagi AC Milan.
Di stadion ini pula, AC Milan meraih gelar juara Liga Champions pada 1994 setelah mempecundangi Barcelona dengan skor telak 4-0. [EL, Ant]
  | wah jagoan saya akhirnya menang juga. hehehehe |
| |